Categories
Uncategorized

Sejarah Perkembangan Parfum di Eropa, Khususnya di Dataran Perancis

Secara historis, penggunaan parfum telah dimulai sejak lebih dari 4000 tahun yang lalu di Mesir. Ketenaran parfum diikuti oleh kecintaan orang-orang sehingga penyebarannya semakin masif hingga ke dataran Eropa dari akar sejarahnya di Mesir. Saat orang-orang Yunani dan Romawi mengadopsi kebiasaan mandi di rumah-rumah orang Mesir kuno secara teratur, kepopuler penggunaan parfum di Eropa semakin sulit dihentikan. Terhitung abad ke-17 popularitas parfum sudah melebar ke Timur Tengah, Eropa dan Asia.

Perubahan paling besar terjadi pada industri parfum pada abad ke-19, sewaktu ilmu pengetahuan meningkat secara signifikan. Kemajuan ini membuat produksi parfum melesat pada akhir abad keseimbilan belas, kala itu ada kiranya 2000 orang bekerja di industri parfum Perancis. Pada waktu itu, Perancis merupakan pemimpin dalam seni pembuatan parfum.  Bakat ini terus laris hingga Perancis sangat terkenal akan industri parfumnya, membuat mereka pada tahun 1900 ikut serta dalam sebuah pameran dnia yang menakjubkan di Paris.

Sejak itu, di seluruh Eropa muncul persepsi baru soal parfum. Parfum bukan hanya sebtas aroma yang memikat, namun banyak minat ikut muncul sebagai aksesori. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya pembuat parfum bermitra dengan produsen kaca, desainer, dan media periklanan terkenal untuk memperoleh identitas yang khas dari produk mereka. Lalique, produsen kaca menciptakan bermacam desain botol parfum paling unik sepanjang masa yang masih bisa dijumpai hingga saat ini.

Peran serta agen pemasaran dalam menciptakan kesadaran terhadap parfum membuat produk wewangian kian merebak kesukesannya. Anda bisa mengecek sendiri contoh-contoh parfum terbaik untuk pria di situs pickybest.id yang menampilkan merek-merek dagang terkenal. Pada tahun 1911, Paul Poiret, seorang pemilik toko pakaian di Perancis menjadi terkenal karena mencatutkan sejarah sebagai rumah mode pertama yang membuat parfumnya sendiri.

Gabrielle Channel, nama lain perancang busana yang terkenal beirkutnya ikut memproduksi lini parfumnya sendiri. Tujuannya tak lain sebagai pelengkap dari pakaian-pakaian rancangannya. Dia sangat sukses karena melakukan pekerjaan jauh lebih baik dalam memasarkan parfumnya ketimbang yang pernah dilakukan Pioret. Sampai sekarang brand parfum Channel masih memiliki nama yang harum, penggemarnya pun tetap setia menunggu produk-produk inovatif keluarannya.

Yang unik dalam industri parfum di dunia adalah, meskipun pembuatannya sudah dilakukan sejak ribuan tahun lalu, laba dan kualitas menjadi tujuan utama industri ini. Hal ini bisa dilihat aktivitas produksi di Grasse, Perancis, di mana menjadi lokasi industri yang menciptakan parfum dengan bahan-bahan berkualitas terbaik. Parfum Perancis akan terus menjadi produk paling dicari akhir-akhir ini, sebuah fakta yang mungkin bisa ditiru oleh industri fashion lainnya dalam menjajakan produk dengan mengutamakan kualitas.

Nama yang tidak boleh dilewatkan adalah Remy Baker, seoragn perfumer, pengusaha, dan penulis buku seri Scent2Riches Making From Home Guide. Remy menyukai segala hal berkaitan tentang pembuatan parfum. Dia malah senang menunjukkan trik pemasaran kepada orang lain, terutama cara menghasilkan parfum dengna harga $5 atau kurang.

Seusai membaca artikel ini, semoga Anda tertarik untuk terus mengikut perkembangan industri parfum, baik di tanah air maupun dunia internasional. Anda yang memiliki minat bisa mengambil keuntungan dari industri ini, entah dengan membuka toko refill parfume dari produk lokal atau meracik sendiri minyak parfum dari bahan-bahan yang tersedia melimpah di Indonesia. Mari kita dukung terus kemajuan industri parfum tanah air agar bisa bersaing ke dataran Eropa dan sekitarnya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *